Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kamu Terus Menahan Perihnya Kebodohan
Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang perkataan dari Imam Syafi'i :
"Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan"
Setelah berbagai pengalaman yang saya lalui, alangkah tumpulnya seseorang di satu bidang apabila ia memang tidak mempelajarinya, contohnya saja soal keuangan, masih banyak orang yang terpuruk secara finansial. Padahal ilmu tentang keuangan sangat dibutuhkan dalam menjalani hidup supaya kita bisa hidup dengan cukup dan layak, tidak serba terbatas dan kekurangan.
Coba anda lihat berapa banyak orang di luar sana yang belum menyadari betapa pentingnya mempelajari suatu ilmu yang dapat membantu kehidupan kita lebih baik. Bukannya belajar, kebanyakan orang justru tenggelam dalam ketidaktahuan dan minimnya wawasan. Menurut saya ini 5 hal penting yang sering diabaikan ilmunya oleh orang-orang kebanyakan padahal sangat dibutuhkan dalam kehidupan :
1. Ilmu tentang kesehatan jasmani
2. Ilmu tentang finansial
3. Ilmu tentang sosial (hubungan dengan orang lain)
4. Ilmu tentang kesehatan pikiran
5. Ilmu tentang spiritual
Kelima hal diatas ketika digabungkan menjadi satu kesatuan yang utuh, akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan masalah hidup sehari-hari dengan baik dan tidak menambah masalah lain di kemudian hari. Jika salah satu aspek saja hilang (tidak kita pelajari dan dipraktekkan dengan baik), maka akan mempengaruhi aspek yang lain. Seperti halnya jika ban luar sepeda motor yang sudah halus tetapi tidak diganti dengan yang baru, maka akan memperbesar resiko tergelincir karena tidak adanya cengkraman dari ban ke aspal jalan. Bisa saja kita tergelincir sewaktu waktu dan menyebabkan kecelakaan. Bayangkan, gara-gara kita tidak membelikan ban baru maka segala resiko celaka di depannya sudah menanti.
Dan kembali lagi ke 5 ilmu kehidupan diatas jika terdapat masalah didalamnya akan menyebabkan masalah yang mempengaruhi aspek lain
Contoh :
Masalah finansial
Jika kita tidak belajar soal keuangan maka tidak akan dapat menyelesaikan masalah uang karena tidak tahu ilmu tentang uang itu sendiri. Kita tidak tahu bagaimana cara mengelola uang yang benar, bisa saja kita hanya ikut-ikutan prinsip orang lain yang salah atau tidak cocok dengan kondisi keuangan kita.
Mengapa tempat-tempat hiburan dan berlibur selalu ramai di awal bulan saat orang-orang baru gajian? Dan sepi begitu menginjak tanggal 20-an?
Bagaimana bisa kebanyakan orang punya pola yang sama terhadap uang?
Dan mengapa hanya sedikit orang saja yang bisa bertahan menjadi pengusaha sukses selama puluhan tahun hidup dengan layak dan cukup?
Kenapa lebih banyak orang miskin daripada orang kaya?
Inilah yang menyebabkan orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin karena mereka mengulang-ulang pola tindakan tentang uang yang sama dari waktu ke waktu, hanya saja yang beda adalah dengan ilmu atau tanpa ilmu guys..
Begitu pula cara kerja ilmu yang membuat kita semakin paham akan suatu hal hingga dapat meminimalkan terjadinya salah langkah dalam kehidupan. Kalau kita mau belajar maka kita semakin tahu dan mahir, tapi kalau kita memilih malas maka kita harus menahan perihnya kebodohan dengan terus melakukan hal yang salah dan menanggung akibatnya yang bisa menyebabkan masalah lebih besar lagi kedepannya.
Dari kenyataannya, hanya segelintir orang yang bisa sukses berhasil di bidangnya. Karena hanya sedikit orang yang mau berjuang keras tidak kenal lelah belajar dan terus belajar, sampai ia mahir dan sukses guys. Belajar bisa dilakukan dengan membaca buku, seminar, mencari data secara online, mencari mentor ahli di bidangnya dan masih banyak lagi. Sedangkan kebanyakan orang lain memilih malas belajar dan selalu melakukan hal yang salah karena ia tidak memiliki cukup ilmu untuk menunjang keberhasilannya.
Ketika kita punya kondisi keuangan yang buruk, maka mempengaruhi aspek kesehatan loh guys, kok bisa?
Nah, kawan semua mau pilih yang mana?
Semoga bermanfaat
Terima kasih sudah membaca
Posting Komentar untuk "Kebiasaan Buruk Ini Bikin Kamu Terus Menahan Perihnya Kebodohan"